Minggu, 06 Maret 2011

KURIKULUM LEADERPRENEURSHIP PROGRAM


Kesadaran yang tinggi akan arti pendidikan bagi, masa depan anak anaknya mendorong orangtua untuk berhati hati dalam memilih sekolah dimana putra putri mereka akan dititipkan untuk belajar. Orangtua semakin jeli dalam membandingkan mutu pendidikan dan pengajaran yang ditawarkan sekolah. Kondisi seperti ini telah memberikan tekanan dan dampak yang luar biasa pada sekolah sekolah baik sekolah negeri maupun swasta di negeri ini. Sejak sekitar satu dasa warsa terakhir telah tumbuh pesat kesadaran akan salahnya kurikulum dan metode pengajaran disekolah sekolah di Indonesia. Pendidikan yang menelan biaya trilyunan rupiah setiap tahunnya tidak lebih hanya menghasilakan pengangguran penganguran intelektual. Penekanan pendidikan pada penguasaan konsep terbukti mandul untuk menghasilkan generasi yang prima di negri ini. Mampu secara intelktualitas ternyata belum apa apa, dan belum mampu menjadikan lulusan lulusan sekolah kita memeperjuangkan hidup mereka sendiri. Dan ini menjadikan kegalauan semua komponen bangsa.
Itu artinya telah lebih dari satu dasawarsa ini juga sekolah sekolah yang ada mengalami kebingungan akibat tekanan permintaan pasar akan pendidikan yang bermutu, akibatnya semua sekolah mencoba meramu dan meracik konsep dan metode pengajaran agar mampu menyuguhkan jasa layanan pendidikan yang prima bagi siswa siswinya.
Kegalauan yang mengidap banyak sekolah ini akhirnya melahirkan banyak konsep pendidikan, mulai jenis sekolah terpadu, sekolah alam, sekolah nasional plus, bahkan ada sekolah yang mengklaim dirinya sebagai sekolah internasional.
Turbulensi kegalaun sekolah akibat tekanan dari orangtua dan pasar pendidikan ini masih terus berlangsung sampai saat ini. Sekolah sekolah konvensional mulai ditinggalkan siswanya, dan berbondong mengantri untuk menjadi siswa di sekolah yang menawarkan konsep konsep pendidikan terbaru. Konsep pendididkan yang bukan saja menawarkan pengembangan intelktualitas siswa tapi juga pengembangan karakter mereka (character building)

Dalam hal ini kami tidak mau ketinggalan dalam hal meramu konsep kurikulum yang tidak ketinggalan dalam pengembangan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan abad 21. Dengan semangat ingin mengabdi dan ikut serta memajukan pendidikan bangsa, kami dengan bangga ikut menyodorkan sebuah konsep pendidikan modern yang didasarkan pada pengembangan kemampuan leadership dan entrepreneurship yang kami sebut dengan leaderpreneurship.
Kurikulum leaderpreneurship didisain untuk menyeimbangkan pengembangan otak kiri dan otak kanan. Siswa didorong bukan saja menguasai ilmu pengetahuan yang tinggi tapi juga dilatih untuk mengasah intuisi dan kepekaan social dan emphatinya.
Program leadershipnya menuntun siswa untuk mampu memiliki kecakapan hidup yang beragam, diantaranya :
• Mengenal diri dan orang lain (understanding her/himself and others)
• Ketrampilan berkomunikasi (communication skills)
• Kemampuan berbaur dengan yang lain (how to get along with others)
• Belajar untuk belajar (Learning to learn)
• Membuat keputusan dan memecahkan masalah (making decision and problemsolving)
• Mengatur (managing)
• Kerja kelompok ( organizing)
Program entrepreneurship nya mengarahkan siswa untuk memiliki karakter yang dinamis, aktif, persuasive, komunikatif, kreatif dan inovatif. Selain itu siswa juga akan dididk untuk bisa memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pasar, serta mampu mendeteksi peluang peluang inovasi dan peluang peluang pasar.

Pendek kata ketiga aspek penting pendidikan, mulai dari ranah kognitif ( daya nalar), afektif ( character) sampai dengan ranah psikomotorik (ketrampilan dan kreatifitas) semua diramu dan dikembangkan secara seimbang dalam kurikulum leaderpreneurship program ini.

Dalam pelaksanan kurikulum leaderpreneuship ini ,kami membentuk siswa menjadi pemimpin masa depan melalui tahapan tahapan taksonomi pembelajaran yang mulanya digagas oleh Benyamin Bloom yang kemudian kami modifikasi sedikit yang tadinya ada enam tingkatan kami jadikan lima saja.

1. Tahap Researching and Remembering.
Pada tahap ini anak akan belajar mengembangan intelektualitas, tanggung jawab, rasa ingin tahu, pengorganisasian diri,pengorganisasian informasi dan manajemen waktu.
2. Tahap understanding
Pada tahap ini siswa akan di dorong untuk belajar mengenal diri sendiri, mengenal orang lain, percaya diri, didorong untuk meningkatkan kemampuan komunikasinya baik lewat oral, maupun dalam bentuk tulisan.

3. Tahap Analyzing and innovating
Pada tahap ini anak diajarkan untuk mampu berfikir aktif dan kreatif, mampu membuat analisa analisa dan mampu berfiki sintesis dan membuat perencanaan inovatif , selain itu siswa belajar memanage waktu, mampu membuat tahapan pengerjaan sebuah project, mampu menghitung cost, dan prediksi keuntungan yang bisa didapat dari projek itu (pengembangan manajerial komplit)
4. Tahap applying and creating
Siswa belajar pengembangan ketrampilan motorik dan management waktu, financial dan sumber daya manusia, dan pengembangan kemampuan komunikasi serta kerjasama
5. Tahap evaluating
Siswa belajar kemampuan komunikasi dan mengembangkan kemampuan daya nalarnya, pengembangan ketrampilan inter dan intrapersonal, kemampuan mawas diri, dan kemapuan untuk menerima kritik serta masukan, dan siswa belajar menerima keberhasilan ataupun kegagalan dengan sikap yg dewasa dan elegan.

Dengan lima tahapan pembelajaran tersebut Sekolah akan mencetak murid murid atau siswa siswinya menjadi pemimpin pemimpin masa depan yang matang intelktualitas dan mentalnya serta memiliki kepekaan terhadap perubahan dan punya emphatic terhadap sesama.

(Maaf,..tahapan pembelajaran (learning cycle dari pogram leaderpreneurship ini sdh kami perbaharui dengan konsep yg lebih jelas...mohon di tengok di 

Menawarkan Program Pendidikan Leaderpreneurship pada Dunia pendidikan Indonesia )



Ingin lebih jelas tentang program kurikulum ini dan implementasinya, silahkan hubungi kami....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat berterimakasih kalau anda tinggalkan komentar disini