Rabu, 08 Januari 2014

MEMPERSIAPKAN ANAK BERMENTAL LEADERPRENEURSHIP DENGAN MEMPERHATIKAN PERKEMBANGAN OTAKNYA

Adalah sangat penting mempunyai anak, siswa, atau generasi penerus yang superior sehingga yakin mampu menghadapi masa depan mereka sendiri. Mereka bisa berperan di jaman mereka , mampu menaklukkan tantangan yang muncul dijaman mereka. Untuk membuat anak dan siswa siswi kita mampu mengembangkan diri dan mempunyai kemampuan menghadang permasalahan hidup mereka sendiri di masa depan serta keluar jadi pemenang, sudah tiga tahun ini penulis tawarkan program leaderpreneurship untuk dijarkan pada generasi muda di Negara ini. Program ini menawarkan pengembangan diri bagi anak anak didik kita untuk mampu menghadang kerasnya persaingan di masadepan dengan kemampuan adaptasi yag tinggi terhadap perubahan jaman, kemampuan inovasi dan kreatifitas yang tinggi serta kemampuan memecahkan masalah yang superior, sehingga anak anak kita itu akan amampu membuat dirinya jadi pemenang dan bukan pecundang.


Pertanyaannya, sejak kapankah kita harus mulai mencetak anak anak kita ini bermental dan berkarakter leaderpreneorship? Ternyta kita bisa menciptakan anak anak superior ini sejak anak ini dilahirkan, yaitu dengan memperhatikan perkembangan diri dan perkembangan otaknya sejak dini.

Perkembangan Otak

Seperti yang kita pahami selama selama ini bahwa kita berfikir dengan otak, dan itu artinya semua kemampuan kita akan berasal dari otak. Dengan demikian tidaklah mengada ada kalau langkah pertama menciptakan generasi superior haruslah dengan meningkatkan kemampuan otaknya. Untuk bisa meningkatkan kemampuan otak kita dan otak anak anak kita, sudah selayaknya yang pertama kali kita harus lakukan adalah mengenali otak kita dan bagaiamana bekerjanya, agar mudah bagi kita untuk berusaha mengembangkannya.
Menurut para ahli, seluruh proses berfikir dan proses belajar manusia dimulai dari pengunaan sel saraf otak yang disebut neuron. Neuron inilah yang membawa informasi informasi dari satu bagian otak yang satu ke bagian otak yang lain, maupun dari satu bagian tubuh kita ke otak dan sebaliknya. Informasi informasi yang dibawa neuron neuron itulah yang memungkinkan kita bisa berfikir dengan baik dan benar.
Sel sel saraf ini ternyata sudah dibentuk dalam kepala kita sejak kita dalam kandungan di 30 hari pertama ibu kita hamil. Neuron neuron itu berkembang sejak saat itu dengan kecepatan pembentukan 250.000 neuron atau sel saraf per menit dan akan menghasilkan kurang lebih 100 milyar sel saraf otak alias neuron saat kita pertama sekali menghirup udara di muka bumi ini.
Bentuk bentuk sel saraf ini seperti pohon yang memepunyai akar dan dahan. Akar akar sel saraf itu disebut dendrite yang mempunyai tugas mengumpulkan informasi atau rangsangan dari tubuh, maka akar akar sel saraf ini akan terhubung dengan otot otot, kelenjar dan organ tubuh yang lain untuk menangkap sinyal yang akan diolah di dalam otak kita. Informasi dan sinyal yang ditangkap dendrite akan dikirim melalui batang sel saraf yang disebut akson ke cabang cabang sel saraf kita. Dari cabang cabang sel saraf ini informasi tadi diteruskan ke sel saraf sel saraf yang lain, seperti sales MLM.
Namun satu hal yang perlu dicatat, cabang dari sel saraf kita tidak terhubung sama sekali dengan akar sel saraf yang lain, oleh karena itu untuk bisa disalurkan informasi informasi itu dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain, informasi itu harus melompat melalui celah diantara satu sel saraf dengan sel saraf yang lain. Celah antar sel  inilah yang oleh para ahli disebut sebagi sinapsis. Informasi informasi ini pindah dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain dengan meloncat melalui sebuah penghantar pesan kimia yang disebut neurotransmitter. Sinapsis sinapsis yang jadi bagian penting untuk transmisi informasi dan kemampuan berfikir ini akan dimiliki secara penuh untuk keperluan berfikir, berbuat, bertindaak apa saja untuk sepanjang hidup kita pada sat kita berumur satu tahun. Namun sayangnya sinapsis sinapsis ini akan mulai menghilang dan berkurang terus sejak umur tiga tahun. Apa yang membuat sinapsis sinapsis ini menghilang? Ternyta karean tidak digunakan. Artinya semua manusia itu terlahir pintar, kalau pada masa dewasanya anda bodoh berarti waktu kecil anda membiarkan banyak sinapsis anda hilang tak digunakan.

Bagaimana mengembangkan diri yang benar?

Sebetulnya uraian diatas sudah sangat jelas. Bahwa sinapsis sinapsis kita akan menghilang kalau tidak kita gunakan. Semakin banyak sinapsis yang hilang tentu akan semakin banyak kemampuan dan ketrapilan kita yang hilang. Agar ini tidak terjadi, yang harus kita lakukan adalah membiasakan kita sendiri, anak anak kita untuk menggunakan sinapsis itu dengan maksimal.  Sinapsis sinapsis ini akan semakin kuat dan menebal kalau kita mengulang ulang apa yag kita lakukan. Missal saja waktu masih kecil kita berlatih badminton, maka informasi tentang gerakan gerakan yang diperlukan untuk bermain badminton itu akan makin membentuk sinapsis yang makin kuat dan makin banyak, dan oleh karena itu kemampuan badminton mereka akan semakin baik. Itu terjadi kalau orang ini rajin berlatih badminton, tetapi kalau orang ini berhenti latihan maka sinapsis sinapsi tentang gerakan badminton ini akan sedikit demi sdikit mati dan menghilang lagi. Begitu juga dengan kemapuan berfikir, semakin kita sering belajar dan berfikir maka otak akan semain banyak menyediakan sinapsis untuk keperluan itu. Karakter kitapun akan ditentukan seberapa banyak jenis sinapasis yang kita bangun. Kalau kita membiasakan berlaku sopan santun, maka otak kita akan menyediakan sinasis kuat dan banyak bagi tingkah laku sopan santun kita, dan sebagainya. Begitulah kira kira cara bekerjanya otak dan sinapsisnya dalam mendukung kemampuan berfikir dan ketrampilan kita. Dan itu artinya kita bisa memebentuk dan membangun anak anak kita , siswa siswa kita untuk jadi seperti apa, yaitu dengan cara memperkuat dan memeprbanyak penggunaan sinapsis sinapsis yang tersedia di dalam otak kita.

Dengan demikian jelaslah bagi kita,  kalau kita menginginkan anak kita dan siswa siswa kita memiliki karakter leadership dan kemampuan entrepreneurship yang baik, maka kita harus mendidiknya agar melakukan dan mengerti sikap sikap yang tepat untuk jadi pemimpin dan wirausahawan. Kemudian kita wajib  mengulang ulang didikan kita itu agar menjadi kebiasaan yang dilakuakn setiap hari, sehingga sinapsis leaderpreneurship itu makin kuat dan makin menebal di dalam otak anak anak dan siswa siswa kita. Semoga berguna. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat berterimakasih kalau anda tinggalkan komentar disini