Jumat, 14 Januari 2011

MENGGANGGU TEMAN (BULLYING)

Salah satu kenakalan siswa yang harus dihadapi, dipahami dan kemudian diselesaikan oleh seorang guru adalah gangguan seorang siswa terhadap siswa yang lain yang oleh orang yang berbahasa Inggris disebut bullying. Bullying ini bisa terjadi dalam bentuk yang beraneka ragam, mulai dari sekedar mengejek dengan kata kata, memepermalukan didepan umum, mempermainkan, merampas kemerdekaan, mengancam (intimidasi), menyakiti secara fisik, sampai pada pemerasan dan pemalakan. Kalau melihat ada tanda tanda adanya hal hal tersebut diatas seorang guru harus cepat bertindak untuk melindungi dan menyelamatkan baik korban maupun pelakunya. Ingat seorang guru harus merangkul keduanya, baik korban maupun pelakunya, karena gurulah yang berkewajiban mencegah adanya bullying dan melindungi siswa dari tindak kejahatan seperti itu. Guru harus memberi perhatian baik pada pelaku maupun korban dengan adil dan proporsional..

Hal hal yang perlu dipahami dari bullying.

1. Dalam penanganan bullying guru tidak boleh memihak pada pelaku maupun pada korban. Kedua belah pihak sebetulnya bermasalah secara psikologis. Oleh karena itu penanganan bullying harus menyeluruh yang melibatkan pelaku maupun korbannya. Secara umum orang akan lebih mudah melihat bahwa pelaku bullying itu bermasalah dan perlu ditangani, namun sebetulnya korbanpun bermasalah, karena ibarat singa, pelaku bullying pasti akan memilih korban yang lemah. Dan kelemahn korban inilah yang jadi masalah dan perlu penangan yang profesional dari gurunya
2. Tingkah laku anak sebetulnya cerminan dari apa yang mereka rasakan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Seorang anak yang bahagia dan merasa nyaman akan terlihat dari tingkah laku dan bahasa tubuhnya. Begitu juga anak yang merasa tidak bahagia, tersisih dan terancam akan terlihat jelas pula dari tingkah lakunya. Seorang guru yang profesional, akan segera mengenali ciri ciri tingkah laku itu dan segera berbuat sebelum ada kejadian.
3. Ingatlah anak nakal itu tidak pernah ada yang ada adalah anak yang kurang kasih sayang dan perhatian. Semua kenakaln siswa bermula dari rasa tidak disayang dan tidak diperhatikan. Kenakalan siswa adalah undangan terbuka bagi seorang guru untuk memberikan perhatian dan kasih sayang yang tulus pada si anak. Dengan begitu menangani anak “nakal” dengan cara kasar, membentak, menghardik dan menghukum tidak akan pernah efektif dan bahkan akan menambah si anak bertambah kurang ajar, karena harapan si anak belum kesampaian yaitu mendapatkan kehangatan perhatian dan perlindungan dari orang dewasa.
4. Keinginan untuk menggangu teman (orang lain) sebetulnya bermula dari pengalaman disakiti oleh pihak lain. Kebanyakan anak yang menggangu dan menyakiti temannya adalh anak yang sebelumnya telah pernah disakiti oleh teman yang lain, saudara, keluarga atau orang tua mereka sendiri. Rasa sakit akibat perlakuan orang lain itu mendorong anak untuk balas dendam atau mencari teman (korban) untuk merasakan penderitaan yang sama seperti yang mereka telah rasakan. Oleh karena itu guru tidak boleh menambah luka pada pelaku bullying dengan perkataan dan perlakuan yang kasar.
5. Kebahagian pengganggu atau pelaku bullying adalah ketika dia berhasil membuat takut, nangis dan menderita korbannya. Pada saat itu pelaku merasa dia berada diatas angin, merasa jagoan dan merasakan bahwa harga dirinya terangkat naik. Dengan begitu jelas bahwa pelaku bullying rata rata adalah orang yang memiliki pandangan buruk terhadap dirinya sendiri atau orang yang rendah diri. Oleh karena itu tugas guru adalah mengembalikan kepercayaan diri pelaku bullying, bukan memarahinya. Memarahi pelaku hanya akan menambah dedam kesumat dihati. Dendam yang makin besar dihati akan mendorong perbuatan yang makin brutal.
6. Rasa sakit yang ada pada hati anak seperti yang saya sebutkan di no. 4 tidak selamanya karena anak ini pernah dicaci maki, dihinakan, diancam, diomeli, ditampar ataupun karena pernah dipalak atau dijadikan korban secara fisik, tapi rasa sakit hati pada diri anak bisa timbul saat si anak merasa tidak diacuhkan, dikucilkan, tidak diperhatikan atau dijadikan korban secara psikis. Oleh karena itu guru wajib menyelami kondisi kejiwaan siswa dan bertanya “ apa sih yang sesungguhnya kamu alami anakku?”
7. Penanganan yang tepat pada pelaku bullying bukan hanya mencegahnya melakukan tindakan itu lagi, tapi juga melindungi dia dari perlakukan seperti itu dari pihak lain, termasuk dari gurunya sendiri.

Ingin lebih jelas? ingin bantuan untuk memberi pemahaman pada seluruh anggota sekolah tentang hal ini? training tentang bullying atau yang lebih luas tentang behaviour management sudah kami siapkan untuk sekolah atau guru guru anda. hubungi kami.

1 komentar:

Saya sangat berterimakasih kalau anda tinggalkan komentar disini