Sabtu, 25 Januari 2025

Bagaimana menenangkan tubuh, pikran, perasaan dan emosi untuk mencapai pembelajaran berkesadaran (Mindfulness learning)

 

 

Sudah saya sampaikan di artikel sebelumnya kalau untuk mendapatkan pembelajaran berkesadaran (mindfulness learning) pertama sekali yang harus ada pada kita adalah ketenangan. Ada 4 hal yang harus kita tenangkan dalam diri kita agar kita bisa masuk dalam kesadaran diri yang penuh sehingga bisa mengantarkan diri kita pada pembelajaran yang penuh dengan kesadaran itu. Empat hal yang harus kita tenangkan dalam diri kita secara berurutan yang harus kita gapai adalah; 1. Ketenangan pikiran, 2. Yang harus diikuti  ketenangan pikiran, 3. Kemudian ketenangan emosi, 4. dan yang terakhir adalah ketenangan diri. Kalau kita sudah berada pada level ke 4 ini maka kesadaran akan sudah berada pada diri kita sendiri.

Untuk mendapatkan semua jenis ketenangan dan kesadaran tersebut yang perlu dilakukan sekolah, dan guru pertama tama adalah:

1.      menciptakan lingkungan dan ruang kelas yang aman, nyaman dan tenang. Jadikan semua sudut sekolah, semua sudut ruang kelas adalah ruang yang tenang yang memudahkan semua orang menenangkan diri dan mengembalikan fokus diri pada pelajaran.

2.      Istirahat sebentar melakukan perenggangan apabila kebanyakan siswa terlihat sudah mulai tegang, tertekan, capai karena sudah sekian lama fokus pada pelajaran. Ajak anak anak berdiri, beri kesempatan mereka menggerakkan badan dan melakukan peregangan di beberapa bagian badannya. Dengan demikian siswa dan guru akan terlepas dari ketegangan dan kecapaian sehingga bisa rileks lagi dan fokus pada pelajaran.

3.      Upayakan semua siswa dan guru selalu memperhatikan bagaimana duduk atau berdiri. Usahakan postur tubuh kita dalam kondisi yang rileks. Hindari duduk terlalu membungkuk atau tegangan berlebihan. Guru juga jangan berdiri terlalu kaku. Berdiri yang kelihatan kaku akan membuat capai badan dan tidak rileks, sementara guru yang kelihatan berdiri kaku akan cepat membuat siswa yang melihat capai dan tegang sehingga akan hilang kondisi tenang dan rileks dari diri siswa berubah jadi tekanan bagi semua orang.

4.      Selain itu untuk mengembalikan fokus siswa pada pelajaran dan mengembalikan ketenangan dan relaksasi siswa, guru bisa mengajarkan olah nafas, dengan menarik nafas panjang, kemudian menahannya sementara di perut sebelah bawah, kemudian melepaskannya. Olah nafas ini bisa diulang beberapa kali sampai ketegangan di antara siswa hilang dan fokus siswa ke pelajaran kembali lagi.

5.      Akan lebih baik lagi ketika melakukan olah nafas juga disertai, upaya untuk merasakan pergerakan nafas kita itu mulai dari hidung masuk ke paru, dibawa ke perut bagian bawah dan kita juga merasakan ketika nafas kita hembuskan keluar. Rasakan juga dan sadari seluruh tubuh kita saat itu. Dengan demikian akan makin tajam kesadaran siswa terhadap keberadaan diri mereka, ini akan baik bagi siswa dalam pengenalan pada diri mereka sendiri.

6.      Latih juga siswa untuk fokus dan merasakan apa yang mereka dengar, awalnya siswa akan mendengar semua hal yang berbunyi di sekitar mereka, tapi coba minta mereka mengarahkan konsentrasinya hanya untuk mendengar suara Anda sendiri sebagai guru. Terus dicoba untuk melakukan ini sampai anak benar benar bisa mengontrol fokus perhatian dan dirinya sendiri, sehingga mereka bisa melakukan apa pun dengan fokus dan kesadaran diri yang penuh.

7.      Ajarkan pada siswa tidak hanya mencatat atau menuliskan apa yang guru tulis di papan tulis dan apa yang guru katakan di kelas, tapi ajari mereka untuk mendengar, memahami kemudian  menelaah apa yang disampaikan duru dan kemudian secara sadar membuat catatan tentang itu semua dengan kalimat siswa sendiri. Dengan demikian akan membuat jauh lebih terlibat dalam pembelajaran dan akan jauh lebih berhasil menguasai pengetahuan yang diajarkan guru.

8.      Kalau siswa masih sulit memahami apa yang diajarkan guru, lengkapi dengan media audio visual.

Ingat, tidak apa-apa jika pikiran siswa masih melayang layang ke sana kemari atau jika siswa masih kelihatan resah, merasa gelisah belum mampu fokus pada pelajaran anda. Kuncinya adalah dengan lembut mengarahkan kembali perhatian mereka pada pelajaran saat ini,  dan ajarakan pada mereka untuk bersikap baik pada diri sendiri maupun pada orang lain selama proses penyadaran diri ini berlangsung. Dengan dipraktekkan terus menerus tak akan lama, mereka akan terbiasa belajar dengan penuh kesadaran.

Rabu, 22 Januari 2025

Bagaimana menjadikan pengajaran yang penuh kesadaran (mindfulness) itu????

 

Pengajaran yang penuh kesadaran (mindfulness) merupakan pendekatan pembelajaran yang dilandasi kesadaran penuh baik guru maupun siswa terhadap terhadap apa saja yang dilakukan, diucapkan, didengar, dirasakan dan yang dipelajari pada saat proses belajar mengajar itu terjadi. Artinya pengajaran dengan penuh kesadaran adalah proses belajar mengajar yang melibatkan perhatian, pikiran, perasaan dan reaksi tubuh yang secara sadar dihadirkan atau sengaja diciptakan dalam rangka belajar tersebut. 

 Mindfulness Exercises for Kids in the Classroom - Waterford.org

Untuk mencapai kesadaran penuh kita atas apa yang kita lakukan, dalam hal ini belajar, guru dan siswa wajib melewati beberapa tahapan agar kesadaran penuh itu bisa tercipta di dalam diri sebelum guru mulai mengajar dan siswa mulai belajar. Pertama yang harus dilakukan oleh guru dan siswa untuk menggapai kesadaran itu adalah menenangkan anggota tubuh dulu. Kendalikan gerak tubuh kita, karena hanya dengan ketenangan tubuh kita bisa melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu mencapai ketenangan pikiran dan kemudian bergerak ke langkah ketiga, menggapai ketenangan emosi, yang dengan itu semua akan tercipta fase 4 yaitu kesadaran diri. Setelah kesadaran diri terbangun, barulah kita bisa secara bersama sama satu kelas mendapatkan sensasi belajar dengan kesadaran (mindfulness teaching and learning).

Setelah kesadaran dalam belajar tumbuh, guru dan siswa wajib menjaga kondisi kesadaran itu terus berlangsung sampai pembelajaran usai. Caranya guru dan siswa menjaga fokus pemikiran dan fokus perhatian pada apa yang sedang dilakukan (belajar) jaga jangan sampai fokus pikiran dan perhatian kita teralihkan ke tempat lain atau hal lain. Untuk menjaga fokus pemikiran dan perhatian ini yang bisa kita lakukan adalah menerima fakta bahwa kita sedang dalam proses belajar mengajar, jadi jangan menginginkan kondisi yang lain. Terima kondisi itu dengan sepenuh hati, hilangkan godaan pikiran yang mengajak untuk memikirkan hal lain. Tetap fokus pada pelajaran dengan meyakini betapa penting dan butuhnya kita akan ilmu yang sedang diajarkan guru di kelas.

Kalau itu bisa dilakukan nanti kita bisa dalam kondisi “flow”,  mengalir. Aktifitas belajar kita akan mengalir sendiri seperti mengalirnya air disungai yang tak ada pengganggu. Cirinya kalau kia sudah dalam kondisi mengalir adalah kita sangat konsenrasi atas apa yng kita lakukan, dan kita sampai lupa waktu, apakah proses yang kita lakukan itu sudah lama atau belum, waktunya habis atau belum. Seperti kalau kita sedang berdua dengan pacar, sudah seharian tidak terasa.

Setelah kondisi flow kita dapat, biasanya pengetahuan yang kita pelajari akan kita dapat dan kita akan sadar dan makin sadar kalau pelajaran itu pendting bagi kita, hidup kita dan masadepan kita.

Ada banyak manfaat yang bisa kita dapat dengan pembelajarn yang berkesadaran ini diantaranya adalah:

  • Meningkatkan fokus dan konsentrasi siswa.
  • Mengurangi stres dan kecemasan di kelas.
  • Meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa.
  • Menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan inklusif.
  • Meningkatkan pemahaman dan retensi materi pelajaran.

Active Learning: Mengapa Siswa Harus Aktif dalam Pembelajaran?

  Selama bertahun-tahun, pembelajaran di sekolah sering identik dengan suasana yang sangat formal dan satu arah. Guru berdiri di depan kelas...