Ada kesalahan yang sering terjadi dan selalu berulang dalam program pengembangan guru profesionalitas guru di sekolah. Pimpinan sekolah biasa terlalu fokus pada apa yang menjadi kelemahan guru, apa yang seharusnya dilakukan guru dan pelatihan macam apa yang diperlukan untuk memperbaiki semuanya. Semuanya terfokus pada guru; berawal dari guru, untuk guru dan berakhir dengan tentang guru. Belum ada rasanya yang dimulai dari dampak apa yang diterima siswa selama ini dari pengajaran guru, bagaimana sekolah bisa menolong guru agar lebih memiliki dampak positif pada siswa, sehingga pertumbuhan siswa bisa maksimal terkembangkan di sekolah
Kesadaran ini penting disadari, karena pada pokoknya tujuan akhir dari semua upaya teacher development bukanlah untuk membuat guru memiliki lebih banyak sertifikat, dan pengetahuan tentang dunia pendidikan dan dunia pengajaran saja, tapi yang terpenting dari semuanya adalah bahwa tujuan akhir dari pengembangan guru adalah membuat pengalaman pembelajaran yang diterima siswa menjadi lebih baik. Dengan asumsi bahwa pengalaman pembelajaran yang lebih baik seharusnya akan menghasilkan siswa yang berkembang dengan jauh lebih baik. Hubungan sederhananya dapat digambarkan sebagai berikut:
Teacher Growth → Better Teaching → Better Student Experience → Student Growth → School Growth
Ketika guru berkembang, kualitas pembelajaran meningkat. Ketika kualitas pembelajaran meningkat, pengalaman belajar siswa menjadi lebih baik. Ketika pengalaman belajar menjadi lebih baik, siswa memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang.Dan ketika guru serta siswa berkembang bersama, sekolah pun ikut bertumbuh.
Apa yang Harus Dilakukan Sekolah?
Hal pertama yang sekolah harus pastikan adalah tercapainya lima prioritas pengembangan guru yang pernah kita bicarakan sebelumnya, yaitu;
1. Excellent Teaching & Learning
2. Student Wellbeing, Character & Leadership
3. Teacher Growth & Professional Development
4. Innovation & Digital Learning
5. School Culture & Community Partnership
Untuk memastikan lima prioritas pengembangan guru ini benar benar bisa dicapai dan di wujudkan dilingkungan sekolah, hal yang harus dilakukan sekolh adalah mengubah pemahaman guru atas lima prioritas itu benar-benar menjadi budaya sekolah yang baru. Sekolah secara organisasi berserta sumber daya manusia di dalamnya perlu mengubah cara memandang pengembangan guru ini menjejalkan teori dan pemahaman menjadi budaya dan ruh sekolah.
Pengembangan profesional tidak seharusnya hanya muncul ketika ada program pelatihan atau ada tuntutan administrasi dari pemerintah, tapi bisa muncul secara otomatis di dalam gerak dan organisasi sekolah itu sendiri. Untuk menuju kesana, sekolah dapat memulainya dari hal-hal sederhana tetapi konsisten. Misalnya, setiap guru memiliki target pengembangan profesional pribadi. Guru melakukan refleksi secara berkala. Rekan sejawat saling mengobservasi pembelajaran. Pimpinan memberikan coaching. Praktik baik dibagikan dalam forum profesional. Data perkembangan siswa digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran, suara siswa mulai didengar, keluhan orangtua menjadi bahan pemikiran untuk pengembangan selanjutnya, tantangan masadepan dikumpulkan dinalisis sebagai acuan langkah perbaikan. Kalau semua diperhatikan dan dijalankan, teacher development akan sangat mudah menjadi bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari. Bukan lagi merupakan program tambahan, bukan pula hanya kegiatan sesaat seperti biasa, tetapi merupakan budaya.
Membangun Guru untuk Membangun Masa Depan
Dunia pendidikan akan terus berubah. Karena itu, sekolah membutuhkan guru yang mampu berubah tanpa kehilangan nilai-nilai dasar pendidikan.Guru perlu menjadi pengajar yang unggul, pendamping perkembangan siswa, pembelajar profesional, pengguna teknologi yang bijaksana, inovator, sekaligus anggota komunitas sekolah yang aktif. Lima prioritas yang sudah tertulis indah di atas :Excellent Teaching & Learning; Student Wellbeing, Character & Leadership; Teacher Growth & Professional Development; Innovation & Digital Learning; serta School Culture & Community Partnership dapat menjadi fondasi untuk membangun guru yang demikian. Pada akhirnya, teacher development bukan hanya tentang membuat guru menjadi lebih baik, akan tetapi Teacher development adalah tentang menciptakan sekolah yang lebih baik melalui guru yang terus bertumbuh.
Bagaimanapun sekolah yang hebat bukan sekolah yang gurunya sudah merasa tahu dan ahlinya dibidang pendidikan dan sudah selesai belajar. Sekolah yang hebat adalah sekolah yang membuat gurunya terus belajar, terus berefleksi, terus berkembang, dan terus memberikan dampak bagi siswanya.
Guru Bertumbuh → Pembelajaran Berkualitas → Siswa Bertumbuh → Sekolah Berkembang.
Dengan demikian pemimpin sekolah, pengurus yayasan harus meyakini bahwa pengembangan guru bukan identik dengan membuang biaya. Ini adalah investasi paling strategis bagi masa depan sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat berterimakasih kalau anda tinggalkan komentar disini / Would you please leave a comment or a critique for the sake of my future writing improvements?