Tulisan ini adalah bagian ketiga dari tiga tulisan bagaimana cara mengembangkan profesionalitas guru yang akan berujung pada peningkatan pengembangan sekolah. Pada bagian awal kita sudah belajar bagaimana cara menetapkan landasan yang kokoh bagi guru untuk berkembang melalui pengembangan kepercayaan sebagai landasan psikologis bagi guru untuk merasa membutuhkan pengembangan baik melalui pembelajaran, pelatiahan, maupun pendampingan. Dibagian kedua (B) kita sudah uraikan juga dasar dasar pengembangan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi guru untuk berkembang, pentingnya data dalam pengambilan keputusan, serta perlunya sekolah mengembangakan kerjasama antar individu, department dan manfaat penghargaan untuk mendorong percepatan pengembangan sekolah.
Dibagian terakhir ini kita akan mendiskusikan sedikit pentingnya pertumbuhan profesional itu diikuti dengan perkembangan karir sebagai wujud keberlanjutan penghargaan sekolah pada guru yang mau berkembang seperti yang pernah kita bicarakan di bab-bab sebelumnya. Hal ini sangat penting bagi sekolah dan pimpinan sekolah untuk memperhatikannya kalau sekolah ingin pengembangan profesional gurunya berlangsung berkelanjutan,sekolah bisa dipastikan menjadi organisasi yang belajar dan organisasi yang tak berhenti berkembang. Untuk menggapai itu semua berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan sekolah dan pimpinannya;
Pertumbuhan Profesional Harus Membuka Jalan Karier
Pengembangan profesional guru tidak seharusnya hanya ditujukan dan berhenti pada peningkatan kompetensi mengajar guru sahaja. Kalau sekolah berpuas diri setelah berhasil meningkatkan kompetensi gurunya dan sudah, tak ada lagi follow up setelah itu, maka saat itu juga peningkatan profesionalitas guru itu akan berhenti. Apalagi yang bisa diharapkan dari berhentinya pengembangan organisasi selain keruntuhan? Ya benar berhentinya pengembangan akan selalu berarti kehancuran organisasi. Oleh karena itu tidak selayaknya usaha pengembangan profesionalitas guru itu berhenti saat performa guru meningkat dan kompetensi guru menngkat.
Ada penghargaan atas peningkatan dan perkembangan guru itu yang harus diberikan oleh sekolah. Salah satu penghargaan atas peningkatan prestasi guru yang paling baik untuk menjaga momentum pertumbuhan adalah pemberian kepercayaan yang lebih pada guru berprestasi itu posisi yang lebih baik pada struktur organisasi. Ya benar, guru yang berkembang perlu memiliki kesempatan juga untuk berkembang karirnya. Peningkatan posisi sebagai salah satu pimpinan sekolah adalah bukti nyata perhatian organisasi pada usaha guru untuk terus bertumbuh dan berkembang. Peningkatan karir adalah bukti tertinggi penghargaan sekolah pada guru yang mau bergerak untuk berkembang.
Tentu saja, seorang guru yang berkembang tidak harus tiba tiba menjadi kepala sekolah, tapi sangat penting bagi sekolah untuk memeulai kepercayaan pada guru bersangkutan untuk memimpin sebuah departemen kecil, sebuah proyek rintisan, Adalah sebuah penghormatan besar, apabila seorang guru yang berkembang bisa dipercaya sebagai mentor bagi teman temannya sendiri agar ikut berkembang. Ia dapat memimpin PLC (Professional Learning Community), Komunitas Pembelajaran Profesional. Ia bisa juga diserahi tugas untuk mengembangkan program sekolah, menjadi fasilitator lesson study, memimpin proyek inovasi, atau beri kesempatan mengambil peran dalam pengembangan kurikulum. Dengan demikian, karier guru tidak hanya memiliki satu arah, mereka punya harapan untuk berkembang, tidak hanya kompetensinya tapi juga karir mereka. Mereka tidak hanya punya kesempatan untuk semakin berkualitas, tapi juga ada kesempatan untuk menjadi lebih penting. Semakin lama mengajar, mereka akan semakin senior, semakin juga diakui keberadaannya dan semakin penting juga posisisnya. Pertumbuhan karir ada jalurnya, menjadi semakin besar disiapkan juga fasilitasnya. Sekolah perlu menciptakan jalur pertumbuhan profesional seperti ini untuk memastikan segala upaya perkembangan, segala langkah peningkatan ada harganya. Sekolah perlu meyakinkan semua orang bahwa di organisasi itu, ada tersedia ruangyang memungkinkan pengalaman, kompetensi, kontribusi, dan kepemimpinan berkembang secara bertahap dan pasti.
Ini penting bukan hanya bagi guru, tetapi juga bagi keberlanjutan perkembangan dan keberlanjutan eksistensi sekolah. Sebab sekolah yang baik tidak terus-menerus mencari pemimpin dari luar. Ia menumbuhkan calon pemimpinnya dari dalam.
Satu Siklus Sederhana untuk Budaya Bertumbuh
Pada akhirnya, seluruh strategi pengembangan inimembutuhkan siklus yang rapi untuk menjamin bahwa upaya pengembangan profesional guru ini tak akan pernah bener benar berhenti, karena degitu upaya pengembangan ini terhenti maka yang akan terjadi berikutnya adalah bencana. Peningkatan dan pengembangan profesional sebuah organisasi yang terhenti akan juga menghentikan dan menghancurkan rganisasi tersebut. Oleh karena itu pengembangan profesioanal guru sebaiknya mengikuti siklus sederhana ini, agar upaya pengembangannya tetap berjalan dan tidak terhenti:
Observe → Reflect → Improve → Share → Grow
Siklus pengembangan prfesional guru dimulai dengan meminta semua guru untuk mengamati praktik pembelajarannya sendri dan praktek pembelajaran teman sjawat yang lain. Dari hasil pengamatan dan pembandingan praktek mengajar ini, guru wajib membuat refleksi mendalam atas kemampuan, kompetensi, performma dan irama masing masing dalam mengajar. Kesimpulan yang mereka dapat dari refleksik diri yang mereka lakukan harus difasilitasi sekolah agar menjadi gerkan perubahan dan perbaikan melalui pembelajaran, pelatiahn, mentoring dan coaching clinics yang terencana, terstruktur dan terus menerus.
Perbaikan yang bisa digapai seorang guru dan kemudian telah teruji, tidak boleh hanya terhenti pada guru yang bersangkutan, namun perbaikan dan pengalaman itu perlu dibagikan pada seluruh komunitas guru disekolah tersebut, sehingga kemajuan guru dan perkembangan gurunya bisa lebih merata. Dengan demikian, melalui proses berbagi perkembangan dan kemajuan ini seluruh komunitas profesional ikut tumbuh secara bersama, kemajuan merata, organaisasi sekolah mencapai kemajuaannya secara nyata. Apakah kalau kemajuan bersama telah didapat semua upaya pngemebangan ini berhenti? Tentu saja tidak. Siklus ini tidak pernah benar-benar selesai, karena Guru yang telah berkembang kembali mengamati praktiknya. Membuat refeleksi lagi, dan kemudian menemukan tantangan yang baru baru. Mereka belajar lagi kemudian mereka mencoba lagi, menggapai kemajuan berikutnya dan merek akan berbagi lagi. Siklus ini akan berulang terus menenrus yang membauat kemajuan dan pengembangan sekolah juga tidak akan pernah berhenti. Begitulah budaya belajar profesional bekerja.
Sekolah yang Hebat Tidak Hanya Mengembangkan Gurunya
Pada titik ini kita dapat melihat bahwa teacher development sebenarnya jauh lebih besar daripada sekadar meningkatkan kompetensi guru. Ketika guru mau belajar, cara mereka mengajar berubah. Ketika cara mengajar berubah, pengalaman belajar siswa berubah. Dan ketika pengalaman belajar siswa berubah, hasil belajar juga ikut berubah, ada gerak perbaikan dan pengembangan di sana. Kemudian ketika siklus ini sudah menggelinding lancar, hasilnya adalah sekolah akan memiliki sekelompok guru yang sangat terbiasa dengan usaha untuk belajar dan mengembangkan diri secara bersama sama, pada tahap ini, sekolah perlahan berubah menjadi organisasi pembelajar dan organisasi yang belajar.
Sengan demikian sekolah dan pimpinan sekolah juga akan mendapatkan paradigma baru bahwa tujuan akhir pengembangan guru bukanlah memiliki guru yang sempurna, tetapi memiliki sekolah yang terus belajar, organisasi yang terus berkembang. Sekolah seperti ini tidak takut terhadap kesalahan karena kesalahan diperlakukan sebagai bahan refleksi. Tidak takut terhadap perubahan karena perubahan dipandang sebagai kesempatan belajar. Dan tidak berhenti pada keberhasilan hari ini karena selalu ada pertanyaan tentang bagaimana menjadi lebih baik di esok hari. Pada akhirnya, sekolah yang bertumbuh bukanlah sekolah yang gurunya tidak pernah gagal. Sekolah yang bertumbuh adalah sekolah yang mampu mengubah setiap pengalaman—keberhasilan maupun kegagalan—menjadi pembelajaran bersama. Dan mungkin di situlah makna terdalam dari teacher development: bukan sekadar membuat guru menjadi lebih baik, tetapi menciptakan budaya yang membuat setiap orang di sekolah terus memiliki alasan untuk bertumbuh.
